Cover

Cover
Tampilkan postingan dengan label nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasihat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Januari 2016

[nasihat kiriman] Ust. Aan Rohana ttg. Ibu, Bagaimana Sebaiknya Mengelola Anak (Keluarga)?

Nasihat Ustadzah Aan Rohana, MAg.

Tugas Ibu :
1. Tanggung jawab terhadap anaknya
2. Mendirikan shalat malam
3. Mengkhatamkan quran setiap bulan
4. Pandai menjaga keikhlasan dan sabar
5. Qudwah Hasanah (menjadi contoh) dan doa
6. Memperluas wawasan

Anak akan melihat pengorbanan seorang ibu, jd tanpa disuruh si anak akan mendahulukan ibunya.

Allah akan murka kpd ibu yg tdk mendidik anaknya utk dekat dg Qur'an, dan Allah.

Al A"raf  172.
Tanggung jawab ibu sangat besar utk mengembalikan anaknya dlm keadaan suci.

Ibu berfungsi menyiapkan jalan anak menuji surga.

Landasan mendidik anak adalah harus berasal dr Allah. Oleh krn itu jangan jauhkan anak dr qur'an.

Terlambat mengajari anak membaca qur'an sejak SD atau mengajarkan anak menghafal qur'an sejak SD. Krn seharusnya kita mengisi miliyaran sel otak anak dg qur'an sejak dalam kandungan.

Usia anak TK sdh seharusnya sdh sholat di masjid.

Hidup adalah ujian utk menjadi yg terbaik. Al Mulk....

Ibu tdk pantas tidur 8 jam sehari. Sepertiga malam terakhir bangun utk mohon ampun pd Allah dan menyiapkan anak2nya.

Al Muzammil ...
Ibu yg bangun sholat malam dan baca qur'an sebelum Shubuh. diberikan kemampuan rohani utk melaksanakan apa yg diperintahkam Allah.

Bila kita ingin menjd ibu dr anak2 yg besar maka usaha ibu jg harus lebih besar.

Kebaikan diberikan : kata2, langkah,nasehat yg berbobot.

Kita hrs menjd ibu yg berbobot memberikan daya tarik dihadapan Allah agar Allah memberikan kemampuan pd kita tanpa banyak bicara ini itu kpd anak. Bicara sedikit tp sampai ke hati anak.

Anak usia 4 th harus bisa baca Qur'an. Setahun selesai bila tiap hari diajarkan.

Ketika ibu telah berkeinginan dg kuat maka Allah akan berikan jalan.

Imam Syafii dr Mesir diletakkan ibunya di Mekkah pd usia 4 th. Anak hrs dimotivasi utk ibu mustajab. Berhati2 bila berkata2 apabila menghadapi anak yg tidak patuh. Krn kata2 buruk yg diucapkan pd anak berulang2 akan menjadi kepribadiannya.

Mendidik anak hrs dg cinta, tulus tdk berharap apa2 dr anak.
Marah membuat tubuh stress 6 jam.

1. Bertanggung jawab
2. Sholat malam
3. Khatam qur'an setiap bulan, satu hari 1 juz

Ibu adalah teladan selama 24 jam. Bgaimana membuat anak cinta qur'an kalau ibunya tdk membaca qur'an.

Orang yg selalu memperdengarkan quran di rumahnya :
1. Orang Akan memberikan banyak kebaikan di dalam rumah (termasuk penghuni di dalamnya)
2. Dilapangkan jiwa keluarga Nya (dijauhkan dari emotional sehingga menjadi keluaga samara)
3. Dihadiri Oleh para malaikat
4. Dihindari dari syaitan

Sebelum mendidik anak berdzikir dan beristighfar. Mendidik dg kacamata iman bukan nafsu.

Surat 8 : 2
Bila disebut nama Allah akan bergetar hatinya.

Ya Allah tampakkanlah kpd kami kebenaran dg benar, mampu mengikuti kebenaran itu, tampakkanlah yg batil itu batil dan berikan kemampuan utk menjauhinya.

Bangunkan anak utk sholat Shubuh. Basahi matanya, gendong bila perlu, siapkan sajadahnya.

Lakukan yg terdepan. Ketika anak lain baru bangun. Anak kita sdh sholat, baca qur'an.

Banyak beristighfar utk membersihkan diri agar cahaya Allah dpt masuk. Krn apabila kotor cahaya tdk dpt masuk.

Surat 32 ayat 24-
dan kami jadikan diantara mereka para pemimpin ,
Ibu yang akan mencetak anak2 'besar' adalah yg sbb :
1. Selalu mencari Hidayah dalam perintah Allah ( AL quran dan sunnah  sbg pedoman hidup)
2. Bersikap sabar terus menerus sampai menutup mata (3:146-148)
3. Yakin kepada ayat2 Allah
4, siap berkorban dan berjuang
Menjadi ibu yg sabar 32:24.
Sabar menjd syarat ortu mencetak generasi pemimpin. Ibu yg emosi cenderung anaknya sulit diatur.

Ciri sabar :
-Tdk gampang menyerah lemah semangat.
-Tidak lemah fisik
Jgn mengucapkan kata2 yg menurunkan idola anak2 kita thd kita. Byk istighfar utk mendpt kekuatan   11:52. Baca lahawla wala quwwata illaa billah. agar lbh kuat. Jgn mengeluh krn dpt mengurangi atau dihapus pahala kita.

Baca subhanallah 33, hamdalah 33, takbir 34 sebelum tidur.

Bila minta tlg kpd anak katakan dg alasan yg baik. Bunda mau ngaji bisa bantu ... spy bunda dpt pahala baca qur'an. Janganlah mengungkit pekerjaan serta kelelahan kpd anak dan suami. Lakukan dg ikhlas agar bertambah pahala jihad sbg ibu.

Jgn katakan sesuatu yg tidak baik didepan anak2 kita yg akan menurunkan rasa idola anak kpd kita,
Hendaknya Banyak beristighfar bila lelah, Allah akan menambah kekuatan kita

Jangan buka kelemahan kita dlm keluarga kita. Misal kekurangan suami jgn dibuka ke mertua atau ipar2. membuka kelemahan tanda tidak sabar.

Tidak mudah putus asa. Bila berat menghadapi anak, minta kpd Allah. Minta kpd yg punya. ALLAH mampu mengembalikan apapun dg kun fayakun.
Jangan memvonis mengatai anak saat anak msh kecil.
Ibu yg terdzolimi mustajab.
Sholat hajat dg khusu', shaum senin kamis, shaum Nabi Daud.

Bila Allah sdh mengubahnya kita akan terkejut2.

Anak investasi akhirat.
Derajat yg paling tinggi akan dirasakan oleh orang tua bukan anak. Bila sdh meninggal maka mengharapkan doa dr anak yg sholeh.

Jangan memvonis anak sebelum dewasa sebelum menutup mata. Terus berusaha.

Istighfar....
Jangan salahkan anak2... introspeksi diri. Anak dilahirkan fitrah.

Ibnu Hajar, anaknya pesantren 5th tdk menghasilkan apa2, ortu tdk mempersoalkan sekolahnya. Setelah 8th tdk bisa dikembangkan lagi. Si anak dipulangkan. Di jalan pulang melihat batu yg ditetesi air. Tergerak hatinya kembali ke pesantren dan belajar dg sungguh2... akhirnya berhasil menjadi ulama penulis besar.

Yakin kpd ayat2 Allah. Jangan ragu sedikitpun.

2:124

Syarat ibu mencetak generasi qur'an
1. Berpedoman pd hukum Allah
2. Sabar
3. Yakin kpd ayat2 Allah
4. Banyak berkorban.
Nabi Ibrahim melaksanakan semua perintah dg sempurna.
Ujian harus dilalui dg sempurna.
Utk menjadi ibu yg mampu mencetak generasi Qur'ani hrs lulus semua ujian.

Rasulullah memaafkan budaknya sampai 70 kali dalam sehari.

Taat kpd suami dan mengakui hak2nya adalah jihad.
Gagal tdk jadi mujahidah krn tdk sabar, tdk ikhlas.
Gampang dirusak keikhlasan oleh anak kecil. Ibunya tdk cerdas.

5. Pandai menjaga keikhlasan
Ikhlas adalah amal hati yg berat.
Ikhlas ada 3 : sebelum beramal, ketika beramal, setelah beramal.
Ibu hrs meninggalkan hal2 yg tdk berguna. Tdk asal berbicara.
Qaf 50: 18. Setiap kata dicatat malaikat.

Ciri Ikhlas :
1.Tdk bertambah amalnya ketika dipuji
2. Tdk berkurang amalnya ketika dicaci
3. Istiqomah diwaktu ramai dan sepi

Ikhlas dan sabar hrs disempurnakan dlm mendidik anak2.

Faktor sukses dr mendidik anak dan contoh yg baik dan doa yg tdk pernah putus.

Ibu hrs memiliki pengetahuan yg luas agar mampu mengimbangi tumbuh kembang anak mengikuti kemajuan yg ada..
-----------------------
Bgm keluarga kita?

Senin, 07 Desember 2015

Kok Semangat Terus ya?

Pertanyaan berulang selalu mampir, "Bun, kok setiap hari selalu terlihat bersemangat? Nggak pernah sedih ya?"
Aaaah, namanya manusia sedih mah biasa atuuh
Cumaaaan si sedih jangan sampai mengalahkan semangat
Semangat adalah modal yang berharga, kita harus selalu menjaganya untuk tetap bercahaya
Saat sedih, semangat membantu untuk bahagia
Saat susah, semangat membantu untuk tetap optimis
Saat kesal, semangat membantu untuk tetap menghadirkan cinta
Saat gelisah, semangat memberi energi untuk mengembalikan rasa nyaman
Semangat ibarat tanaman. Harus dipupuk, disiram, dicabut rumput dan ilalangnya, dan dipelihara hingga akhirnya bisa dipetik hasilnya atau keindahannya.
Sekali lagi, saya juga kadang sedih, jengkel, susah, gelisah, kecewa TAPI semangat telah membantu saya untuk mengatasinya dalam waktu cepat
Semangat membuat saya antusias belajar dan mengajar setiap saat!
Teruuus, gimana dong caranya?
Change your words and then change your world.

Salam semangat ✊��✊��✊��

(Coach Eliyati Bahri - Master NLP)
-----------

Tulisan tersebut sebagai nasihat bagi kita. Sebagaimana dulu saya juga pernah membaca bahwa di setiap kesempatan, di saat paling sedih sekalipun, kita harus tetap harus berupaya menyisakan kantong kebahagiaan kita. Kebahagiaan inilah yang kemudian menjadi energi sehingga kita senantiasa mau menggerakkan diri untuk berpikir positif, mencari-cari motivasi yang pas untuk melanjutkan kehidupan dengan optimis, dan melahirkan semangat menjalani aktivitas.

Ya, kita harus semangat. Terus semangat, ya!

Toko Tsazha
http://tokotsazha.com
kontak : 0856-9287-8000
instagram : tokotsazha

Rabu, 14 Oktober 2015

AL-QUR'AN DAN SANG JENDERAL

( diangkat dari Kisah Nyata )

Suatu sore, di tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik .. itu akan mendarat di wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara Ayat Suci yang amat ia benci.
"Hai ... hentikan suara jelekmu! Hentikan ...!!!" Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakkan mata.

Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.

Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala.

Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan kepada sang Algojo, bibir keringnya hanya berkata lirih "Rabbi, wa-ana 'abduka ...".

Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata,
"Bersabarlah wahai ustadz ... Insya Allah tempatmu di Syurga".
Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya.

Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai.
"Hai orang tua busuk!! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu!!

Sang Ustadz lalu berucap, "Sungguh ... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah Subhanahu wa ta'ala..  Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh".

Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah.

Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'.
Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.

"Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!", ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto.

Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto.

Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.

"Ah ... sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu.

Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol. Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam.

Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang di alaminya sewaktu masih kanak-kanak.
Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto.

Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.
Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia).
Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa.
Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia.
Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi.
Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.

Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua.

Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi (ibu) yang sudah tak bernyawa, sembari menggayuti abayanya.

Sang bocah berkata dengan suara parau, "Ummi.. ummi.. mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa ....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi ..."

Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya.
Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah.

Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi ... Abi ... Abi ..." Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

"Hai ... siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi ..." jawab sang bocah memohon belas kasih. "Hah ... siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka.

"Saya Ahmad Izzah ..." sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi. Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah. "Hai bocah ...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu.

Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto' ... Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki itu.

Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi.
Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.

Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi ... Abi ... Abi ..."

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.

Pikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya.
Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusar.

Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi ... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa ..." Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.

Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya.
Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu ..." Terdengar suara Roberto memelas.

Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya.
Air matanya pun turut berlinang.
Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.

Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"

Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah "Asyhadu an-laa Ilaaha illalloh, wa asyhadu anna Muhammadan Rasullulloh ...'.
Beliau pergi menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yang fana ini.

Kemudian..
Ahmad Izzah mendalami Islam dg sungguh-sungguh hingga akhirnya ia menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya.Dialah Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman Allah ...

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS:30:30)

Masya Alloh..
Semoga kisah ini dapat membuat hati kita luluh dengan hidayah Allah yang mudah-mudahan dapat masuk mengenai qolbu kita untuk tetap taat dan tunduk pada perintah-Nya..

Allohu Akbar..!!!!!

* smg sahabat EPC makin semangat utk membumikan Quran yaa..
* Kiriman pak Adam Ibrahim

-------

Yuk, miliki sekarang juga :
Mushaf Grand Maqamat, produk paket Al Qur'an yang lengkap dari Al Qolam

Langsung hubungi kontak kami di
Sms/wa 0856-9287-8000
Bbm 7d3752d7

Kamis, 24 September 2015

Nasihat Ustadzah Aan Rohana, M.Ag. Untuk Ibu

Tugas Ibu :
1. Tanggung jawab terhadap anaknya
2. Mendirikan shalat malam
3. Mengkhatamkan quran setiap bulan 
4. Pandai menjaga keikhlasan dan sabar
5. Qudwah Hasanah (menjadi contoh) dan doa
6. Memperluas wawasan
‎‎
Anak akan melihat pengorbanan seorang ibu, jd tanpa disuruh si anak akan mendahulukan ibunya.

Allah akan murka kpd ibu yg tdk mendidik anaknya utk dekat dg Qur'an, dan Allah.
‎
Al A"raf  172.‎
Tanggung jawab ibu sangat besar utk mengembalikan anaknya dlm keadaan suci.

Ibu berfungsi menyiapkan jalan anak menuji surga.

Landasan mendidik anak adalah harus berasal dr Allah. Oleh krn itu jangan jauhkan anak dr qur'an.

Terlambat mengajari anak membaca qur'an sejak SD atau mengajarkan anak menghafal qur'an sejak SD. Krn seharusnya kita mengisi miliyaran sel otak anak dg qur'an sejak dalam kandungan.

Usia anak TK sdh seharusnya sdh sholat di masjid. 

Hidup adalah ujian utk menjadi yg terbaik. Al Mulk....

Ibu tdk pantas tidur 8 jam sehari. Sepertiga malam terakhir bangun utk mohon ampun pd Allah dan menyiapkan anak2nya. 

Al Muzammil ...
Ibu yg bangun sholat malam dan baca qur'an sebelum Shubuh. diberikan kemampuan rohani utk melaksanakan apa yg diperintahkam Allah.

Bila kita ingin menjd ibu dr anak2 yg besar maka usaha ibu jg harus lebih besar.

Kebaikan diberikan : kata2, langkah,nasehat yg berbobot.

Kita hrs menjd ibu yg berbobot memberikan daya tarik dihadapan Allah agar Allah memberikan kemampuan pd kita tanpa banyak bicara ini itu kpd anak. Bicara sedikit tp sampai ke hati anak.
‎
Anak usia 4 th harus bisa baca Qur'an. Setahun selesai bila tiap hari diajarkan.

Ketika ibu telah berkeinginan dg kuat maka Allah akan berikan jalan.

Imam Syafii dr Mesir diletakkan ibunya di Mekkah pd usia 4 th. Anak hrs dimotivasi utk ibu mustajab. Berhati2 bila berkata2 apabila menghadapi anak yg tidak patuh. Krn kata2 buruk yg diucapkan pd anak berulang2 akan menjadi kepribadiannya.

Mendidik anak hrs dg cinta, tulus tdk berharap apa2 dr anak.
Marah membuat tubuh stress 6 jam.
‎
1. Bertanggung jawab
2. Sholat malam
3. Khatam qur'an setiap bulan, satu hari 1 juz

Ibu adalah teladan selama 24 jam. Bgaimana membuat anak cinta qur'an kalau ibunya tdk membaca qur'an.
‎‎
Orang yg selalu memperdengarkan quran di rumahnya :
1. Orang Akan memberikan banyak kebaikan di dalam rumah (termasuk penghuni di dalamnya)
2. Dilapangkan jiwa keluarga Nya (dijauhkan dari emotional sehingga menjadi keluaga samara)‎
3. Dihadiri Oleh para malaikat 
4. Dihindari dari syaitan
‎
Sebelum mendidik anak berdzikir dan beristighfar. Mendidik dg kacamata iman bukan nafsu.

Surat 8 : 2
Bila disebut nama Allah akan bergetar hatinya.

Ya Allah tampakkanlah kpd kami kebenaran dg benar, mampu mengikuti kebenaran itu, tampakkanlah yg batil itu batil dan berikan kemampuan utk menjauhinya.

Bangunkan anak utk sholat Shubuh. Basahi matanya, gendong bila perlu, siapkan sajadahnya.‎

Lakukan yg terdepan. Ketika anak lain baru bangun. Anak kita sdh sholat, baca qur'an.‎

Banyak beristighfar utk membersihkan diri agar cahaya Allah dpt masuk. Krn apabila kotor cahaya tdk dpt masuk.

Surat 32 ayat 24-
dan kami jadikan diantara mereka para pemimpin ,
Ibu yang akan mencetak anak2 'besar' adalah yg sbb :
1. Selalu mencari Hidayah dalam perintah Allah ( AL quran dan sunnah  sbg pedoman hidup)
2. Bersikap sabar terus menerus sampai menutup mata (3:146-148)‎
3. Yakin kepada ayat2 Allah
4, siap berkorban dan berjuang‎
Menjadi ibu yg sabar 32:24.
Sabar menjd syarat ortu mencetak generasi pemimpin. Ibu yg emosi cenderung anaknya sulit diatur.‎

Ciri sabar : 
-Tdk gampang menyerah lemah semangat.
-Tidak lemah fisik
Jgn mengucapkan kata2 yg menurunkan idola anak2 kita thd kita. Byk istighfar utk mendpt kekuatan   11:52. Baca lahawla wala quwwata illaa billah. agar lbh kuat. Jgn mengeluh krn dpt mengurangi atau dihapus pahala kita.

Baca subhanallah 33, hamdalah 33, takbir 34 sebelum tidur.

Bila minta tlg kpd anak katakan dg alasan yg baik. Bunda mau ngaji bisa bantu ... spy bunda dpt pahala baca qur'an. Janganlah mengungkit pekerjaan serta kelelahan kpd anak dan suami. Lakukan dg ikhlas agar bertambah pahala jihad sbg ibu.
‎
Jgn katakan sesuatu yg tidak baik didepan anak2 kita yg akan menurunkan rasa idola anak kpd kita, 
Hendaknya Banyak beristighfar bila lelah, Allah akan menambah kekuatan kita
‎‎
Jangan buka kelemahan kita dlm keluarga kita. Misal kekurangan suami jgn dibuka ke mertua atau ipar2. membuka kelemahan tanda tidak sabar.

Tidak mudah putus asa. Bila berat menghadapi anak, minta kpd Allah. Minta kpd yg punya. ALLAH mampu mengembalikan apapun dg kun fayakun.
Jangan memvonis mengatai anak saat anak msh kecil.
Ibu yg terdzolimi mustajab.
Sholat hajat dg khusu', shaum senin kamis, shaum Nabi Daud.

Bila Allah sdh mengubahnya kita akan terkejut2.
‎
Anak investasi akhirat.
Derajat yg paling tinggi akan dirasakan oleh orang tua bukan anak. Bila sdh meninggal maka mengharapkan doa dr anak yg sholeh. 
‎
Jangan memvonis anak sebelum dewasa sebelum menutup mata. Terus berusaha.

Istighfar....
Jangan salahkan anak2... introspeksi diri. Anak dilahirkan fitrah.

Ibnu Hajar, anaknya pesantren 5th tdk menghasilkan apa2, ortu tdk mempersoalkan sekolahnya. Setelah 8th tdk bisa dikembangkan lagi. Si anak dipulangkan. Di jalan pulang melihat batu yg ditetesi air. Tergerak hatinya kembali ke pesantren dan belajar dg sungguh2... akhirnya berhasil menjadi ulama penulis besar.

Yakin kpd ayat2 Allah. Jangan ragu sedikitpun. 

2:124

Syarat ibu mencetak generasi qur'an
1. Berpedoman pd hukum Allah
2. Sabar
3. Yakin kpd ayat2 Allah
4. Banyak berkorban. 
Nabi Ibrahim melaksanakan semua perintah dg sempurna.
Ujian harus dilalui dg sempurna.
Utk menjadi ibu yg mampu mencetak generasi Qur'ani hrs lulus semua ujian.

Rasulullah memaafkan budaknya sampai 70 kali dalam sehari.

Taat kpd suami dan mengakui hak2nya adalah jihad.
Gagal tdk jadi mujahidah krn tdk sabar, tdk ikhlas.
Gampang dirusak keikhlasan oleh anak kecil. Ibunya tdk cerdas.

5. Pandai menjaga keikhlasan
Ikhlas adalah amal hati yg berat. 
Ikhlas ada 3 : sebelum beramal, ketika beramal, setelah beramal.
Ibu hrs meninggalkan hal2 yg tdk berguna. Tdk asal berbicara.
Qaf 50: 18. Setiap kata dicatat malaikat. 

Ciri Ikhlas :
1.Tdk bertambah amalnya ketika dipuji
2. Tdk berkurang amalnya ketika dicaci
3. Istiqomah diwaktu ramai dan sepi

Ikhlas dan sabar hrs disempurnakan dlm mendidik anak2.

Faktor sukses dr mendidik anak dan contoh yg baik dan doa yg tdk pernah putus.

Ibu hrs memiliki pengetahuan yg luas agar mampu mengimbangi tumbuh kembang anak mengikuti kemajuan yg ada..
-----------------------
Bagaimana keluarga kita?

Masya Alloh..

#copas

Rabu, 02 September 2015

Bekerjalah, Maka Keajaiban Menyapamu

Tadi pagi, mendapat kiriman artikel dari seorang teman di grup Qassam Fourty IPB. Bagus juga sepertinya untuk saya bagi di sini.


Bekerjalah, Maka Keajaiban Menyapamu

Iman itu terkadang menggelisahkan.

Atau setidaknya menghajatkan ketenangan yang mengguyuri hati dengan terkuaknya keajaiban. Mungkin itu yang dirasakan Ibrahim ketika dia meminta kepada Rabbnya untuk ditunjukkan bagaimana yang mati dihidupkan. Maka saat Rabbnya bertanya, “Belum yakinkah engkau akan kuasa-Ku?”, dia menjawab sepenuh hati, “Aku yakin. Hanya saja agar hati ini menjadi tenteram.”

Tetapi keajaiban itu tak serta merta datang di hadapannya. Meski Allah bisa saja menunjukkan kuasa-Nya dalam satu kata “Kun!”, kita tahu, bukan itu yang terjadi. Ibrahim harus bersusah payah untuk menangkap lalu mencincang empat ekor burung. Lalu disusurnya jajaran bukit-bukit dengan lembah curam untuk meletakkan masing-masing cincangan. Baru dia bisa memanggilnya. Dan burung-burung itu mendatanginya segera.

Di sinilah rupanya keajaiban itu. Setelah kerja yang menguras tenaga.

Tetapi apakah selalu kerja-kerja kita yang akan ditaburi keajaiban?

Ibu Hajar dan bayinya telah ditinggalkan oleh Ibrahim di lembah itu. Sunyi kini menyergap kegersangan yang membakar. Yang ada hanya pasir dan cadas yang membara. Tak ada pepohonan tempat bernaung. Tak terlihat air untuk menyambung hidup. Tak tampak insan untuk berbagi kesah. Kecuali bayi itu. Isma’il. Yang kini mulai menangis begitu keras karena lapar dan kehausan.

Maka Hajar pun berlari, mencoba mengais jejak air untuk menjawab tangis putera semata wayangnya. Ada dua bukit di sana. Dan dari ujung ke ujung coba ditelisiknya dengan seksama. Tak ada. Sama sekali tak ada tanda. Tapi dia terus mencari. Berlari. Bolak-balik tujuh kali. Mungkin dia tahu, tak pernah ada air di situ. Mungkin dia hanya ingin menunjukkan kesungguhannya pada Allah. Sebagaimana telah ia yakinkan sang suami, “Jika ini perintah Allah, Dia takkan pernah menyia-nyiakan kami!”

Maka kejaiban itu memancar. Zam zam! Bukan. Bukan dari jalan yang dia susuri atau jejak-jejak yang dia torehkan di antara Shafa dan Marwa. Air itu muncul justru dari kaki Isma’il yang bayi. Yang menangis. Yang haus. Yang menjejak-jejak. Dan Hajar pun takjub. Begitulah keajaiban datang. Terkadang tak terletak dalam ikhtiar-ikhtiar kita.

Mari belajar pada Hajar bahwa makna kerja keras itu adalah menunjukkan kesungguhan kita kepada Allah. Mari bekerja keras seperti Hajar dengan gigih, dengan yakin. Bahwa Dia tak pernah menyia-nyiakan iman dan amal kita. Lalu biarkan keajaiban itu datang dari jalan yang tak kita sangka atas kehendak-Nya yang Maha Kuasa. Dan biarkan keajaiban itu menenangkan hati ini dari arah manapun Dia kehendaki.

Bekerja saja. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga.

(penulis: Erick W di www.muantapzrentcar.blogspot.com, dari hasil membaca tulisan Ust. Salim A. Fillah)


Untuk pemesanan mainan dan buku bermutu dapat menghubungi kami di www.tokotsazha.com ya ^^

Selasa, 01 September 2015

Presiden Chechnya : Polisi dan Tentara Harus Shalat Subuh Berjama'ah di Masjid

Masya Allah...

Membaca berita tersebut , saya turut berbahagia dan berharap semoga :


  1. Masyarakatnya bisa mengikuti arahan ini, sehingga tidak hanya berlaku untuk polisi dan tentara saja
  2. Masyarakatnya mendukung arahan ini dengan menaatinya. pada dasarnya, mereka bukan hanya taat pada pemimpinnya saja, tetapi lebih dari itu, mereka menaati Allah
  3. Pemimpin muslim di negara lain -walau bukan di negara 'muslim'- juga berani membuat pernyataan seperti ini
  4. Polisi dan tentara yang mendapat 'perintah' tersebut dimudahkan untuk melaksanakannya, walaupun mungkin awalnya terasa berat.

hal semacam ini tentu saja mendapat apresiasi positif dari masyarakat muslim di dunia. Tidak banyak pemimpin yang berani membuat pernyataan resmi dalam hal ini. Termasuk di Indonesia, yang notabene merupakan negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia (data nebak):b

Mungkin, pak Ramzan -presiden Chechnya- ini ingin membuktikan salah satu kekuatan umat muslim: shalat. 
Kita juga pernah mendengar bahwa kaum Yahudi dan Nashara tidak akan gentar kecuali jika melihat jumlah jama'ah shalat subuh sama banyaknya dengan jama'ah shalat jum'at. Jika seorang muslim benar-benar menjalankan shalat dengan baik, maka ia akan sukar untuk berbuat mungkar. "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari berbuat keji dan mungkar" begitu kalam Allah dalam Al Qur'an surat Al'Ankabut ayat 45. 

Untuk polisi dan tentara, tentu saja kekkuatan -lahir maupun batin- merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang kinerjanya. Mereka tidak hanya harus kuat secara fisik, tetapi juga mental. Allah-lah yang menguatkan jiwa raga manusia. Kita bertugas untuk memaksa dan melatih diri untuk konsisten beribadah sesuai dengan tuntunan-Nya.

Yuk kita saling mendo'akan, agar kita sendiri juga dapat menjalankan shalat wajib dan sunnah dengan baik dan sempurna. Selain itu juga mari kita mendo'akan saudara-saudara muslim di belahan dunia lain agar dapat beribadah dengan khusu', walaupun -misalnya- sedang dalam kondisi konflik atau duka; bisa menjalankan ibadah dengan ikhlas dan ihsan.

Ada kalanya manusia, baru mendekat kepada Tuhannya ketika dalam kondisi sulit. Sebaliknya, ketika sedang bersenang-senang, mudah sekali melupakan Tuhannya, ringan saja melalaikan ibadah. Kita berlindung dari hal-hal yang membuat kita lengah sehingga masuk dalam perangkap nikmat sementara, tipu daya syetan.

Pak Presiden, kami turut mendo'akan program yang kau canangkan, bisa berhasil dan berjalan dengan baik.

Kamis, 27 Agustus 2015

Kalau Kamu... (Catatan Nasihat dari Ust. Cahyadi Takariawan)

Kalau kamu lelah, cobalah tilawah. Kalau kamu resah, segeralah tilawah. Kalau kamu gelisah, hilangkan dengan tilawah. Kalau kamu susah, mulailah tilawah. Kalau kamu gundah, jangan lupa tilawah. Kalau badanmu lemah, kuatkan dengan tilawah. Kalau imanmu tergugah, lakukan tilawah. Kalau jiwamu gerah, perbanyak tilawah. Kalau matamu basah, segera tilawah. Kalau pikiranmu cerah, cepatlah tilawah. Kalau hatimu patah, teruslah tilawah. Kalau kamu marah, redakan dengan tilawah. Kalau kamu merasa gagal, jangan lupakan tilawah.

Kalau kamu kalah, harus banyak tilawah. Kalau kamu tidak mau kalah, harus makin banyak tilawah.

Kalau kamu tabah, seringlah tilawah.

Kalau tanganmu tengadah, mulailah tilawah.

Kalau kakimu melangkah, lantunkan tilawah.

Kalau hatimu berseri bak bunga merekah, seringlah tilawah.

Kalau perasaanmu begitu indah, segeralah tilawah.

Kalau ingin keluarga sakinah, ajak mereka tilawah. Kalau ingin anak-anak salih dan salihah, ajari tilawah.

Kalau ingin rejeki melimpah, rajinlah tilawah. Kalau ingin hidup penuh berkah, rutinkan tilawah.

Kalau ingin mengunjungi Ka'bah, lantunkan tilawah. Kalau anganmu tengah membuncah, perbanyak tilawah.

Kalau kamu malas tilawah, paksalah untuk tilawah.

Kalau kamu rajin tilawah, lanjutkan terus tilawah.

Kalau kamu tilawah, itulah jalan menuju jannah..



* maaf jika mengulang..

JUM'AT BERKAH in sya Allah..

Sumber : 
©TimEdo dibagikan oleh Pak Adam Ibrahim