Cover

Cover
Tampilkan postingan dengan label muslimdunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslimdunia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2015

Yuk, Belajar Membaca Al Qur'an Gratis di Al Qolam Learning Centre!

Informasi ini saya dapatkan dari laman Al Qolam Official di sini.
---
ALQOLAM LEARNING CENTRE (ALC) membuka kesempatan Belajar Mengaji GRATIS 100%
Bimbingan Usia 6 s/d 70 Tahun
Program:
1. Basic Iqra Alqolam (pemula anak-anak & dewasa )
2. Intermediate Iqra Alqolam (anak-anak & dewasa)
3. Advance Iqra Alqolam (anak-anak & dewasa)
4. Kelas khusus Anak dan Orang tua
5. Kelas Tahsin dan Tahqiq
6. Kelas Tahfiz Khusus
7. Kelas Maqomat (Naghom)

Segera daftarkan diri dan anak anda (Bangku terbatas).
Pendaftaran dibuka setiap hari kerja Senin s/d Jum'at Jam 08.30 - 17.30 WIB
Informasi lebih lanjut, hubungi:
ALC DEPOK | Jl. Margonda Raya No.26 Saladin Square Complex No.21-22 Depok Jawa Barat 16423
CP: Nia-0858.4632.8410 / Zahro-0812.9043.4640
atau
ALC MAKASSAR | Jl. Sultan Alaudin, Komplex Soho No.11-12 Makassar - Sulawesi Selatan
Cp : Hera-0852.4130.5669 /
Nirma-0852.4242.8828
foto dari sini

Nah.... sudah ada satu lagi kemudahan yang difasilitasi secara gratis bagi kita yang ingin belajar membaca Al Qur'an. Yuk, daftar ^^

Rabu, 02 September 2015

Bekerjalah, Maka Keajaiban Menyapamu

Tadi pagi, mendapat kiriman artikel dari seorang teman di grup Qassam Fourty IPB. Bagus juga sepertinya untuk saya bagi di sini.


Bekerjalah, Maka Keajaiban Menyapamu

Iman itu terkadang menggelisahkan.

Atau setidaknya menghajatkan ketenangan yang mengguyuri hati dengan terkuaknya keajaiban. Mungkin itu yang dirasakan Ibrahim ketika dia meminta kepada Rabbnya untuk ditunjukkan bagaimana yang mati dihidupkan. Maka saat Rabbnya bertanya, “Belum yakinkah engkau akan kuasa-Ku?”, dia menjawab sepenuh hati, “Aku yakin. Hanya saja agar hati ini menjadi tenteram.”

Tetapi keajaiban itu tak serta merta datang di hadapannya. Meski Allah bisa saja menunjukkan kuasa-Nya dalam satu kata “Kun!”, kita tahu, bukan itu yang terjadi. Ibrahim harus bersusah payah untuk menangkap lalu mencincang empat ekor burung. Lalu disusurnya jajaran bukit-bukit dengan lembah curam untuk meletakkan masing-masing cincangan. Baru dia bisa memanggilnya. Dan burung-burung itu mendatanginya segera.

Di sinilah rupanya keajaiban itu. Setelah kerja yang menguras tenaga.

Tetapi apakah selalu kerja-kerja kita yang akan ditaburi keajaiban?

Ibu Hajar dan bayinya telah ditinggalkan oleh Ibrahim di lembah itu. Sunyi kini menyergap kegersangan yang membakar. Yang ada hanya pasir dan cadas yang membara. Tak ada pepohonan tempat bernaung. Tak terlihat air untuk menyambung hidup. Tak tampak insan untuk berbagi kesah. Kecuali bayi itu. Isma’il. Yang kini mulai menangis begitu keras karena lapar dan kehausan.

Maka Hajar pun berlari, mencoba mengais jejak air untuk menjawab tangis putera semata wayangnya. Ada dua bukit di sana. Dan dari ujung ke ujung coba ditelisiknya dengan seksama. Tak ada. Sama sekali tak ada tanda. Tapi dia terus mencari. Berlari. Bolak-balik tujuh kali. Mungkin dia tahu, tak pernah ada air di situ. Mungkin dia hanya ingin menunjukkan kesungguhannya pada Allah. Sebagaimana telah ia yakinkan sang suami, “Jika ini perintah Allah, Dia takkan pernah menyia-nyiakan kami!”

Maka kejaiban itu memancar. Zam zam! Bukan. Bukan dari jalan yang dia susuri atau jejak-jejak yang dia torehkan di antara Shafa dan Marwa. Air itu muncul justru dari kaki Isma’il yang bayi. Yang menangis. Yang haus. Yang menjejak-jejak. Dan Hajar pun takjub. Begitulah keajaiban datang. Terkadang tak terletak dalam ikhtiar-ikhtiar kita.

Mari belajar pada Hajar bahwa makna kerja keras itu adalah menunjukkan kesungguhan kita kepada Allah. Mari bekerja keras seperti Hajar dengan gigih, dengan yakin. Bahwa Dia tak pernah menyia-nyiakan iman dan amal kita. Lalu biarkan keajaiban itu datang dari jalan yang tak kita sangka atas kehendak-Nya yang Maha Kuasa. Dan biarkan keajaiban itu menenangkan hati ini dari arah manapun Dia kehendaki.

Bekerja saja. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga.

(penulis: Erick W di www.muantapzrentcar.blogspot.com, dari hasil membaca tulisan Ust. Salim A. Fillah)


Untuk pemesanan mainan dan buku bermutu dapat menghubungi kami di www.tokotsazha.com ya ^^

Selasa, 01 September 2015

When You Look at Me

When You Look at Me


What do you see when you look at me?
Do you see someone limited, or someone free?

All some people can do is just look and stare
Simply because they can’t see my hair
Others think I am controlled and uneducated
They think that I am limited and un-liberated
They are so thankful that they are not me
Because they would like to remain “free”

Well, free isn’t exactly the word I would’ve used
Describing women who are cheated on and abused

They think that I do not have opinions or voice
They think that being hooded isn’t my choice
They think that the hood makes me look caged
That my husband or dad are totally outraged

All they can do is look at me in fear
And in my eye there is a tear
Not because I have been stared at or made fun of
But because people are ignoring the one up above

On the day of judgement they will be the fools
Because they are too ashamed to play by their own rules

Maybe the guy won’t think I am a cutie
But at least I am filled with more inner beauty

See, I have declined from being a guy’s toy
Because I won’t let myself be controlled by a boy
Real men are able to appreciate my mind
And aren’t busy looking at my behind

Hooded girls are the ones really helping the Muslim cause
The role that we play definitely deserves applause

I will be recognized because I am smart and bright
And because some people are inspired by my sight
The smart ones are attracted by my tranquility
In the back of their mind they wish they were me

We have the strength to do what we think is right
Even if it means putting up a life long fight

You see, we are not controlled by a mini skirt and tight shirt
We are given only respect, and never treated like dirt
So you see, we are the ones that are free and liberated
We are not the ones that are sexually terrorized and violated
We are the ones that are free and pure
We’re free of STD’s that have no cure

So when people ask you how you feel about the hood
Just sum it up by saying “baby it’s all good ;)”
—————————————————————-

A poem about jilbab, or Muslim women’s veil
Written by Suzy Fouad [suzyness@yahoo.com]
and taken from I-MAG, Issue no. 9, Winter ’06 – Spring ’07 [www.i-mag.org]





Presiden Chechnya : Polisi dan Tentara Harus Shalat Subuh Berjama'ah di Masjid

Masya Allah...

Membaca berita tersebut , saya turut berbahagia dan berharap semoga :


  1. Masyarakatnya bisa mengikuti arahan ini, sehingga tidak hanya berlaku untuk polisi dan tentara saja
  2. Masyarakatnya mendukung arahan ini dengan menaatinya. pada dasarnya, mereka bukan hanya taat pada pemimpinnya saja, tetapi lebih dari itu, mereka menaati Allah
  3. Pemimpin muslim di negara lain -walau bukan di negara 'muslim'- juga berani membuat pernyataan seperti ini
  4. Polisi dan tentara yang mendapat 'perintah' tersebut dimudahkan untuk melaksanakannya, walaupun mungkin awalnya terasa berat.

hal semacam ini tentu saja mendapat apresiasi positif dari masyarakat muslim di dunia. Tidak banyak pemimpin yang berani membuat pernyataan resmi dalam hal ini. Termasuk di Indonesia, yang notabene merupakan negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia (data nebak):b

Mungkin, pak Ramzan -presiden Chechnya- ini ingin membuktikan salah satu kekuatan umat muslim: shalat. 
Kita juga pernah mendengar bahwa kaum Yahudi dan Nashara tidak akan gentar kecuali jika melihat jumlah jama'ah shalat subuh sama banyaknya dengan jama'ah shalat jum'at. Jika seorang muslim benar-benar menjalankan shalat dengan baik, maka ia akan sukar untuk berbuat mungkar. "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari berbuat keji dan mungkar" begitu kalam Allah dalam Al Qur'an surat Al'Ankabut ayat 45. 

Untuk polisi dan tentara, tentu saja kekkuatan -lahir maupun batin- merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang kinerjanya. Mereka tidak hanya harus kuat secara fisik, tetapi juga mental. Allah-lah yang menguatkan jiwa raga manusia. Kita bertugas untuk memaksa dan melatih diri untuk konsisten beribadah sesuai dengan tuntunan-Nya.

Yuk kita saling mendo'akan, agar kita sendiri juga dapat menjalankan shalat wajib dan sunnah dengan baik dan sempurna. Selain itu juga mari kita mendo'akan saudara-saudara muslim di belahan dunia lain agar dapat beribadah dengan khusu', walaupun -misalnya- sedang dalam kondisi konflik atau duka; bisa menjalankan ibadah dengan ikhlas dan ihsan.

Ada kalanya manusia, baru mendekat kepada Tuhannya ketika dalam kondisi sulit. Sebaliknya, ketika sedang bersenang-senang, mudah sekali melupakan Tuhannya, ringan saja melalaikan ibadah. Kita berlindung dari hal-hal yang membuat kita lengah sehingga masuk dalam perangkap nikmat sementara, tipu daya syetan.

Pak Presiden, kami turut mendo'akan program yang kau canangkan, bisa berhasil dan berjalan dengan baik.